Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan environmental accounting dalam pengelolaan limbah medis di UPT Puskesmas Medan Denai, mengidentifikasi kendala implementasinya, serta mengkaji pemanfaatan informasi biaya lingkungan untuk mendukung pengendalian operasional dan perencanaan anggaran.Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode.Temuan – Pengelolaan limbah medis mencakup pemilahan, penimbangan, pencatatan aplikasi SMILE, dan pemusnahan pihak ketiga dengan biaya lingkungan Rp11.000.000/tahun (pemeliharaan IPAL Rp7.500.000 dan pengangkutan/pemusnahan Rp3.500.000). Namun, penerapannya masih bersifat parsial-fungsional karena data fisik limbah (109 kg limbah infeksius Januari–Juni 2026, melebihi kuota 100 kg/tahun) belum terintegrasi dengan data keuangan.Implikasi – Integrasi data fisik dan finansial, perincian laporan biaya, penguatan indikator kinerja, serta evaluasi kapasitas pengangkutan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan akuntabilitas pengelolaan limbah medis di fasilitas kesehatan publik.Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan berupa gambaran nyata evaluasi kendala dan integrasi akuntansi lingkungan pada tingkat Puskemas di wilayah perkotaan.
Copyrights © 2026