Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan rumah tangga petani melon, tingkat diversifikasi sumber pendapatannya, serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Desa Cengkok, Kabupaten Kediri, guna mengatasi risiko likuiditas akibat periode prapanen melon (60–90 hari).Metodologi – Menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 51 rumah tangga petani yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan usahatani-rumah tangga, Simpson Index of Diversity (SID), dan regresi linear berganda.Temuan – Rata-rata pendapatan rumah tangga mencapai Rp71.789.469 per musim tanam, dengan usahatani melon sebagai penyumbang terbesar (73,8%, R/C 4,50). Nilai SID rata-rata berada pada kategori sedang (0,398). Luas lahan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan partisipasi pekerjaan non-pertanian berpengaruh positif signifikan terhadap diversifikasi pendapatan (R² = 0,669).Implikasi – Diversifikasi pendapatan terbukti menjadi strategi krusial untuk memitigasi risiko likuiditas dan menjaga kelangsungan arus kas rumah tangga pada usaha tani hortikultura komersial.Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai pola diversifikasi pendapatan serta mitigasi risiko keuangan spesifik pada usahatani hortikultura bernilai tinggi di tingkat pedesaan.
Copyrights © 2026