Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen waktu sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara efikasi diri akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Negeri Padang.Metodologi – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Dari populasi sebanyak 16.040 mahasiswa aktif, diambil sampel 390 responden menggunakan teknik proportionate random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) berbantuan SmartPLS.Temuan – Efikasi diri akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen waktu (β = 0,649; t = 12,067; p < 0,001), dan manajemen waktu berpengaruh negatif terhadap prokrastinasi akademik (β = −0,214; t = 2,541; p = 0,011). Pengaruh langsung tidak signifikan, namun pengaruh tidak langsung melalui manajemen waktu terbukti signifikan dan negatif (β = −0,139; t = 2,560; p = 0,011). Model menjelaskan 41,9% variasi manajemen waktu dan 2,5% variasi prokrastinasi akademik. Uji HTMT mengonfirmasi pembedaan konstruk yang bebas dari tumpang tindih pengukuran (HTMT = 0,142).Implikasi – Intervensi menekan prokrastinasi tidak dapat hanya mengandalkan penguatan efikasi diri, melainkan harus diintegrasikan dengan pelatihan keterampilan manajemen waktu mahasiswa secara praktis. Kebaruan – penelitian ini berfokus pada pengujian hubungan langsung efikasi diri terhadap prokrastinasi akademik, serta peran manajemen waktu sebagai perantara (intervening variable) pada mahasiswa.
Copyrights © 2026