Penyebaran hoaks melalui media digital menjadi tantangan dalam membangun perilaku penggunaan informasi yang kritis dan bertanggung jawab di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan hoaks dan literasi informasi digital di SMA dan SMK Sjakhyakirti. Kegiatan melibatkan 75 siswa yang terbagi dalam tiga kelas, masing-masing berjumlah 25 siswa. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai meningkat dari 63,80 menjadi 93,50, dengan kenaikan sebesar 29,70 poin atau 46,55% dibandingkan nilai awal. Seluruh kelas menunjukkan peningkatan nilai rata-rata setelah kegiatan. Hasil ini mengindikasikan adanya perbaikan capaian evaluasi terkait materi yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa memeriksa kredibilitas sumber, membandingkan informasi, dan menerapkan prinsip saring sebelum sharing secara konsisten dalam aktivitas digital sehari-hari. Kata Kunci: hoaks, literasi informasi digital, siswa, media sosial.
Copyrights © 2026