Peristiwa politik tahun 1965 melahirkan kelompok eksil Indonesia yang kehilangan kewarganegaraan dan mengalami krisis identitas akibat tidak bisa kembali ke tanah air. Fenomena tersebut direpresentasikan dalam novel Pulang(2012) karya Leila S. Chudori melalui pengalaman tokoh-tokohnya sebagai diaspora Indonesia. Dengan teori Identitas Budaya dan Diaspora yang dikemukakan oleh Stuart Hall sebagai landasan untuk mengkaji representasi pengalaman eksil dan pembentukan identitas diaspora dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengalaman eksil direpresentasikan dalam novel serta menjelaskan bagaimana identitas diaspora dikonstruksi melalui hubungan antara sejarah, budaya, dan pengalaman sosial. Metode penelitian berupa kualitatif dengan teknik studi pustaka, baca-catat novel Pulang, dan dokumentasi wawancara pengarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa novel Pulang(2012)lahir dari pengalaman dan pengamatan Leila S. Chudori terhadap realitas eksil politik pasca peristiwa 1965. Berdasarkan teori identitas budaya dan diaspora Stuart Hall, pengalaman eksil dalam novel merepresentasikan proses pembentukan identitas budaya yang dinamis melalui memori, adaptasi budaya, dan keterikatan terhadap tanah air.
Copyrights © 2026