Fenomena kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih menjadiisu serius, dengan pelanggaran Over Dimension and Over Loading (ODOL) sebagai salah satu penyebab utama yang meningkatkan risiko kecelakaan dan kerusakan infrastrukturjalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruhfrekuensi penimbangan dan penerapan sanksi terhadappelanggaran ODOL serta dampaknya terhadap keselamatanpengguna jalan di UPPKB Jembatan Timbang Losarang, Indramayu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatifdengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) terhadap 178 responden yang terdiri ataspetugas UPPKB dan pengemudi truk. Instrumen penelitiantelah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudiandianalisis melalui model pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penimbangandan penerapan sanksi berpengaruh positif dan signifikandalam menurunkan pelanggaran ODOL. Penurunanpelanggaran tersebut juga terbukti meningkatkan keselamatanpengguna jalan. Temuan ini menegaskan bahwa intensifikasipenimbangan dan konsistensi penegakan sanksi merupakanstrategi yang efektif untuk mengurangi praktik ODOL. Penelitian ini memberikan kontribusi sebagai dasarpenyusunan kebijakan pengawasan dan penegakan hukumguna mewujudkan sistem transportasi barang yang lebih amandan berkelanjutan.
Copyrights © 2026