Malaria memerlukan media promosi kesehatan yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengetahui respons siswa terhadap media animasi berbasis kecerdasan artifisial sebagai media promosi kesehatan pencegahan malaria. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan evaluasi deskriptif terhadap media yang dikembangkan. Sebanyak 50 siswa sekolah kesehatan memberikan penilaian melalui 12 pernyataan dengan skala lima tingkat yang mencakup kemudahan dipahami, kualitas media, relevansi budaya, dan manfaat media. Hasil menunjukkan seluruh item valid dengan nilai korelasi 0,397–0,697 dan instrumen reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha 0,854. Respons keseluruhan memperoleh rata-rata 4,485 atau 89,70% dan termasuk kategori sangat baik. Kemudahan dipahami memperoleh nilai tertinggi sebesar 92,53%, diikuti manfaat media 91,20%, kualitas media 87,60%, dan relevansi budaya 87,47%. Media animasi berbasis kecerdasan artifisial memperoleh respons sangat baik dan berpotensi digunakan sebagai media promosi kesehatan pencegahan malaria pada siswa sekolah kesehatan.
Copyrights © 2026