Pemahaman konsep perkalian merupakan dasar penting bagi siswa sekolah dasar dalam mempelajari operasi hitung matematika. Namun, siswa kelas II UPTD SD Negeri 6 Kuta Blang masih mengalami kesulitan memahami konsep perkalian dan cenderung mengandalkan hafalan tabel perkalian, sehingga hasil belajar yang dicapai masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, serta respons siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal mencapai 66,67% pada Siklus I dan meningkat menjadi 92,59% pada Siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 83,85% pada Siklus I menjadi 88,46% pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 76,54% menjadi 85,38%. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa memberikan respons positif terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran perkalian. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta aktivitas guru dan siswa pada materi operasi hitung perkalian di kelas II sekolah dasar.
Copyrights © 2026