Angka kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) setiap tahun mengalami kenaikan. Prevalensi PTM ini meningkat pada remaja, terutama hipertensi dan diabetes melitus. Siswa SMA tingkat akhir sebagai remaja tentu berisiko mengalami PTM. Kondisi ini berpotensi menghambat peluang karir mereka setelah lulus. Selain PTM, buta warna juga menjadi perhatian dalam memilih karir. Data desa Pasauran memperlihatkan bahwa belum pernah dilakukan pemeriksaan kesehatan di SMAS Plus Baiturrahman. Tujuan PKM ialah meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya deteksi dini PTM meliputi buta warna, hipertensi dan risiko obestitas. PKM telah dilaksanakan pada Januari 2026 dengan 24 peserta berusia 16-17 tahun. PKM berupa penyuluhan bahaya dan cara deteksi PTM, kegiatan ini menggunakan one group pre & post-test untuk mengukur pengetahuan/kesadaran akan PTM dengan kuesioner. Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan antopometri, tekanan darah dan tes buta warna. Hasilnya memperlihatkan terjadinya peningkatan rerata kesadaran remaja terkait PTM sebesar 3,33 setelah penyuluhan dibandingkan sebelum penyuluhan (p=0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa lebih sadar akan PTM setelah penyuluhan dibandingkan dengan sebelum dilakukan penyuluhan. Sebanyak 29,17% siswa mengalami pra hipertensi dan hipertensi, 3 remaja terdeteksi buta warna parsial dan 7 siswa tidak normal status gizinya. PKM berupa penyuluhan dan deteksi dini efektif meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya memahami bahaya dan pencegahan PTM. Adanya sejumlah siswa yang mengalami PTM, diperlukan penyuluhan lanjutan terkait tetap hidup sehat dengan PTM.
Copyrights © 2026