Penelitian ini menganalisis faktor biofisik dan antropogenik yang memengaruhi luas kebakaran lahan di Kota Samarinda selama periode 2016–2025. Kebakaran lahan merupakan ancaman ekologis yang terjadi secara berulang pada kawasan perkotaan penyangga yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mengingat ukuran sampel tahunan yang terbatas (n = 10 tahun) serta distribusi data luas kebakaran yang tidak berdistribusi normal, penelitian ini menggunakan pendekatan statistik nonparametrik melalui analisis Korelasi Peringkat Spearman untuk mengevaluasi hubungan antara frekuensi hotspot, curah hujan, kepadatan penduduk, dan luas kebakaran lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk memiliki korelasi positif yang kuat dan signifikan secara statistik terhadap luas kebakaran lahan (rs = 0,682; p < 0,05). Sementara itu, frekuensi hotspot dan curah hujan tahunan menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan sedang, namun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan antropogenik berperan lebih dominan dalam memengaruhi kejadian kebakaran lahan pada lanskap perkotaan penyangga di Kota Samarinda. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi mitigasi kebakaran lahan perkotaan melalui integrasi perspektif biofisik dan sosial-lingkungan.
Copyrights © 2026