Dokumentasi proses bisnis merupakan elemen kritikal dalam menjaga konsistensi layanan akomodasi tetap mencapai tujuan pelayanan yang maksimal, khususnya bagi usaha vila berkembang. Penelitian ini berfokus pada Canggu Wooden Green Paradise, sebuah usaha vila di Bali yang menghadapi inefisiensi operasional pada tiga alur kerja utama, diantaranya yaitu, pelayanan penerimaan tamu yang melambat, birokrasi pemeliharaan/perbaikan darurat alat yang memakan waktu, serta alur pelatihan staf baru yang kurang terstruktur. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, penelitian ini mengadopsi kerangka kerja Business Process Management (BPM) dan Business Process Improvement (BPI). Pemodelan alur kerja berjalan (as-is) dirancang menggunakan standar Business Process Model and Notation (BPMN) setelah melalui tahap pemetaan Value Chain Analysis. Selanjutnya, teknik Five Whys Analysis diimplementasikan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah operasional secara mendalam antar divisi. Berdasarkan hasil analisis akar masalah, model rekomendasi proses bisnis (to-be) melalui penerapan elemen streamlining tools, seperti eliminasi birokrasi, standardisasi instruksi kerja tertulis, dan digitalisasi sistem penerimaan tamu. Validasi model rekomendasi dilakukan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran manajemen dan staf operasional vila. Hasil penelitian menghasilkan usulan perbaikan proses bisnis guna memotong rantai birokrasi pengadaan, meminimalkan ketergantungan pelatihan pada senior, serta mempercepat waktu pelayanan administrasi penerimaan tamu.
Copyrights © 2026