KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) ISSN: 2252-9063
Vol. 15 No. 3 (2026): ONGOING : Karmapati Vol 15 No 3 Tahun 2026

Representasi Detail Ukiran Bangunan dalam Model Tiga Dimensi untuk Preservasi Arsitektur Tradisional

I Made Reza Dwi Purnama (Universitas Pendidikan Ganesha)
Ida Bagus Nyoman Pascima (Universitas Pendidikan Ganesha)
I Nengah Eka Mertayasa (Universitas Pendidikan Ganesha)



Article Info

Publish Date
15 Oct 2026

Abstract

Pelestarian ukiran bangunan tradisional Bali menghadapi tantangan karena bangunan dan ornamen yang memiliki nilai sejarah, seni, dan budaya rentan mengalami kerusakan akibat faktor alam, perubahan lingkungan, intervensi manusia, dan perkembangan zaman.Keterbatasan dokumentasi digital juga menyebabkan detail bentuk, ukiran, dan tekstur bangunan belum terdokumentasikan secara optimal sehingga berpotensi menyulitkan upaya pelestarian warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengevaluasi model tiga dimensi yang mampu merepresentasikan bentuk, detail ukiran, dan tekstur bangunan secara akurat serta mendeskripsikan penerimaan masyarakat terhadap media yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan desain Multimedia Development Life Cycle (MDLC).Subjek pengujian terdiri atas 2 ahli isi bidang seni dan arsitektur bangunan tradisional Bali, 2 ahli media, dan 30 responden masyarakat.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, pengukuran dimensi objek, dan angket, dengan instrumen berupa pedoman wawancara, lembar observasi, lembar validasi ahli, lembar uji akurasi dimensi, dan angket respons masyarakat. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase dan perhitungan persentase kesalahan dimensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tiga dimensi mampu merepresentasikan bentuk, detail ukiran, dantekstur bangunan dengan tingkat kesalahan dimensi yang relatif kecil, yaitu 1,18%–1,75% pada pengukuran panjang dan 0,39%–2,80% pada pengukuran lebar.Validasi ahli isi memperoleh 80%, validasi ahli media 82%,sedangkan respons 30 masyarakat mencapai 88% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, model tiga dimensi yang dihasilkan mampu menjadi representasi digital yang layak untuk mendokumentasikan dan memvisualisasikan ornamen bangunan tradisional.Hasil penelitian berimplikasi pada penguatan dokumentasi digital dan edukasi budaya serta mendukung upaya pelestarian warisan arsitektur tradisional agar lebih mudah dikenali dan dipelajari oleh generasi mendatang.

Copyrights © 2026