Abstract (English version) Objective – This review analyzed how Indonesian zakat institutions (LAZ) implement accountability and transparency in financial reporting. Methodology – We employed a PRISMA 2020 systematic literature review. We examined peer-reviewed articles from 2019 to 2024 in Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Google Scholar, and ProQuest. We selected studies using predefined criteria on accountability, transparency, governance, and financial reporting in zakat institutions. We analyzed selected literature through qualitative thematic synthesis. Research Results – The review indicated that Sharia accounting standards, especially PSAK 109, information technology, and regular external audits improve financial reporting quality and strengthen muzakki trust. Yet challenges persist: limited human resources, suboptimal information systems, and weak government regulation and supervision. Empirical studies confirmed that transparency and accountability positively affect zakat fund collection and institutional credibility. Limitations – This review relied on published, accessible literature. Relevant studies may remain undetected, especially internal reports and gray literature. The Indonesian focus limits generalization, and the study does not generate new empirical data. Conclusions depend heavily on the methodological quality of prior research. Practical Implications – LAZ should prioritize accountability and transparency. They should apply PSAK 109 consistently, strengthen digital accounting information systems, and conduct regular external audits. They should also improve human resource competencies, internal controls, and regulatory oversight to ensure professional, accountable, and transparent financial reporting. Originality/value - Unlike prior studies examining accounting standards, governance, digital reporting, and external assurance separately, this review develops an integrated governance framework that explains how these determinants jointly enhance accountability, transparency, stakeholder trust, financial reporting quality, and fundraising performance in zakat institutions. Abstrak (versi bahasa) Tujuan – Tinjauan ini menganalisis bagaimana lembaga zakat (LAZ) di Indonesia menerapkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan keuangan. Metodologi – Kami menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis PRISMA 2020. Kami menelaah artikel-artikel yang telah melalui proses penelaahan sejawat (peer-reviewed) dari tahun 2019 hingga 2024 yang bersumber dari Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest. Studi-studi dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, yang mencakup aspek akuntabilitas, transparansi, tata kelola, dan pelaporan keuangan pada lembaga zakat. Literatur yang terpilih kemudian dianalisis melalui sintesis tematik kualitatif. Hasil Penelitian – Tinjauan tersebut menunjukkan bahwa standar akuntansi syariah—khususnya PSAK 109—, teknologi informasi, serta audit eksternal secara berkala dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan memperkuat kepercayaan muzakki. Namun, berbagai tantangan masih ada, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sistem informasi yang belum optimal, serta regulasi dan pengawasan pemerintah yang masih lemah. Studi empiris mengonfirmasi bahwa transparansi dan akuntabilitas berpengaruh positif terhadap penghimpunan dana zakat dan kredibilitas lembaga. Keterbatasan – Tinjauan ini mengandalkan literatur yang telah dipublikasikan dan dapat diakses. Ada kemungkinan studi-studi relevan yang tidak teridentifikasi, terutama laporan internal dan literatur kelabu (*gray literature*). Fokus pada konteks Indonesia membatasi generalisasi, dan studi ini tidak menghasilkan data empiris baru. Kesimpulan yang diambil sangat bergantung pada kualitas metodologis dari penelitian-penelitian sebelumnya. Implikasi Praktis – LAZ harus memprioritaskan akuntabilitas dan transparansi. Mereka perlu menerapkan PSAK 109 secara konsisten, memperkuat sistem informasi akuntansi digital, serta melaksanakan audit eksternal secara berkala. Selain itu, mereka juga harus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, pengendalian internal, dan pengawasan regulasi guna menjamin pelaporan keuangan yang profesional, akuntabel, dan transparan. Orisinalitas/nilai - Berbeda dengan studi-studi sebelumnya yang menelaah standar akuntansi, tata kelola, pelaporan digital, dan asuransi eksternal secara terpisah, tinjauan ini mengembangkan kerangka tata kelola terintegrasi yang menjelaskan bagaimana faktor-faktor penentu tersebut secara bersama-sama meningkatkan akuntabilitas, transparansi, kepercayaan pemangku kepentingan, kualitas pelaporan keuangan, serta kinerja penggalangan dana pada lembaga zakat.
Copyrights © 2026