Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga diperlukan sistem komunikasi yang tetap dapat berfungsi ketika jaringan seluler dan internet mengalami gangguan. LoRa (Long Range) dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi alternatif, namun belum menyediakan mekanisme pengamanan pesan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan algoritma Vigenère Cipher terhadap serangan sniffing dan brute force, serta pengaruhnya terhadap penggunaan memori dan waktu pemrosesan pada sistem transmisi pesan darurat berbasis LoRa. Sistem diimplementasikan menggunakan dua buah ESP32 dan modul LoRa SX1278. Pengujian dilakukan melalui simulasi sniffing, simulasi brute force dengan variasi panjang kunci 2 hingga 6 karakter, serta pengukuran waktu enkripsi, waktu dekripsi, dan penggunaan memori pada variasi panjang pesan 69 hingga 95 karakter dengan jarak transmisi 20 hingga 100 meter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penyerang pada proses sniffing hanya memperoleh ciphertext sehingga isi pesan tidak dapat dibaca tanpa mengetahui kunci. Pada pengujian brute force, waktu pencarian meningkat seiring bertambahnya panjang kunci, sedangkan jarak transmisi tidak berpengaruh terhadap waktu pemrosesan maupun penggunaan memori. Waktu enkripsi berada pada rentang 0,2376–0,2839 ms, waktu dekripsi 0,2133–0,2462 ms, dan penggunaan memori 96–112 byte. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Vigenère Cipher mampu menjaga kerahasiaan pesan dengan kebutuhan sumber daya yang rendah pada ESP32.
Copyrights © 2026