Burnout akademik merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami siswa akibat tuntutan akademik yang berlebihan, dan berpotensi menurunkan motivasi, konsentrasi, serta prestasi belajar. Observasi awal di MA Al-Fatah Banyuurip menunjukkan rendahnya pemahaman siswa mengenai pengertian burnout, faktor risiko, dampak, dan strategi pencegahannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai burnout akademik melalui edukasi kesehatan mental yang dipadukan dengan diskusi interaktif. Kegiatan melibatkan 40 siswa dan dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test berisi 10 soal pilihan ganda yang dikelompokkan ke dalam empat indikator materi, yaitu pengertian burnout, faktor risiko, dampak terhadap belajar, serta strategi pencegahan dan coping. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 53,75 pada pre-test menjadi 80,63 pada post-test, atau setara peningkatan 50,0%. Peningkatan paling tinggi terjadi pada indikator pengertian burnout, sedangkan peningkatan paling moderat terjadi pada indikator strategi pencegahan dan coping. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan mental berbasis ceramah interaktif dan diskusi efektif membangun literasi awal siswa mengenai burnout, sekaligus menyiratkan perlunya pendampingan lanjutan untuk memperkuat keterampilan penerapan strategi pengelolaan stres.
Copyrights © 2026