Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kondisi menurunya fungsi ginjal secara progresif dan permanen yang memerlukan terapi pengganti seperti hemodialisa. Pasien PGK yang menjalani hemodialisa mengalami berbagai tantangan fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu faktor penting yang berperan dalam peningkatan kualitas hidup adalah self efficacy atau keyakinan individu terhadap kemampuan mengelola kondisi penyakit. Tujuan: Mengetahui hubungan anatara self efficacy dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner General Self Efficacy (GSE) dan WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukkan sebagian besar pasien memiliki tingkat self efficacy sedang dan tingkat kualitas hidup sedang sebanyak 52 orang (82,5%). Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy dan kualitas hidup dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,005) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,842 yang menunjukkan korelasi positif dan sangat kuat. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Semakin tinggi tingkat self efficacy yang dimiliki pasien, maka semakin baik pula kualitas hidup yang dirasakan.
Copyrights © 2026