Pergeseran preferensi konsumen minuman kekinian ke arah matcha mendorong pelaku usaha memanfaatkan pemasaran digital berbasis konten visual di TikTok dan Instagram. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola konten, membandingkan consumer engagement, dan merumuskan elemen konten paling berpengaruh pada kedua platform. Metode yang digunakan adalah kajian literatur kualitatif melalui Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal terbitan 2024–2026 tentang pemasaran digital atau perilaku konsumen pada matcha atau minuman/F&B dengan fokus media sosial atau consumer engagement, memuat temuan empiris, dan tersedia full text. Sebanyak 17 artikel dianalisis, terdiri atas 12 studi khusus matcha, 4 studi minuman atau F&B umum, dan 1 studi functional food, menggunakan analisis isi dan sintesis tematis komparatif. Hasil menunjukkan TikTok cenderung lebih tinggi pada engagement rate dan conversion rate, sedangkan Instagram pada reach. Temuan ini berasal dari satu studi F&B umum karena belum ada studi matcha yang membandingkan kedua platform secara langsung. Estetika visual, storytelling edukatif, user-generated content, dan promosi digital kreatif menjadi elemen yang paling konsisten berpengaruh. Strategi dual-platform bersifat tentatif dan perlu diuji pada penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026