Penelitian ini mengevaluasi Skenario pemeliharaan Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Manado melalui Rapid Visual Screening berbasis FEMA P-154 dan Life Cycle Cost Analysis. Catatan institusional 2022–2026, inventaris, serta RAB digunakan untuk membentuk enam paket pekerjaan dan tiga skenario: reaktif (S0), preventif terjadwal (S1), serta minor retrofit dengan preventif (S2). Simulasi menggunakan horizon 20 tahun dan diskonto tetap 6%, dengan indikator nilai sekarang biaya (NPV) dan biaya tahunan ekuivalen (EAC). Formulir RVS menghasilkan skor 2,0 dinyatakan aman.. NPV S0, S1, dan S2 masing-masing Rp94,770 miliar, Rp92,962 miliar, dan Rp93,525 miliar. S1 menghasilkan EAC terendah Rp8,105 miliar per tahun serta penghematan Rp1,808 miliar terhadap S0. Peringkat ini bersyarat pada pembebanan korektif dan penggantian S0 pada tahun pertama, korektif nol pada S1, serta penempatan biaya pembangunan historis pada tahun dasar tanpa normalisasi harga. Oleh karena itu, S1 merupakan alternatif terendah biaya dalam model, sedangkan penetapan strategi optimum yang memenuhi keselamatan memerlukan verifikasi teknis dan penyetaraan asumsi layanan. Analisis tidak mencakup sensitivitas maupun kuantifikasi manfaat lingkungan. Kata kunci: pemeliharaan gedung; rapid visual screening; biaya siklus hidup; preventif; minor retrofit.
Copyrights © 2026