Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan limbah medis, baik padat maupun cair, yang berpotensi menimbulkan risiko penularan penyakit dan pencemaran lingkungan, terutama karena lokasinya yang kini banyak berada di tengah permukiman padat penduduk. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 27 Tahun 2013, setiap rumah sakit diwajibkan menyediakan sarana pengelolaan limbah cair yang memenuhi baku mutu air buangan. Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik telah memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), namun pengukuran suhu, pH, dan debit limbah masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan berisiko bagi petugas. Penelitian ini merancang bangun sistem monitoring IPAL berbasis Arduino Uno yang mengukur pH menggunakan sensor pH-4502C, suhu menggunakan sensor DS18B20, dan debit air menggunakan sensor Flowmeter YF-S201, dengan hasil ditampilkan pada LCD 16x2 dan dikirimkan ke Bot Telegram melalui modul WiFi ESP8266. Hasil pengujian menunjukkan sensor pH memiliki rata-rata persentase error sebesar 0.53%, sensor suhu 1.79%, dan sensor flowmeter 8.87%, sedangkan pengiriman data ke Bot Telegram berhasil pada 8 dari 10 kali percobaan. Sistem ini terbukti cukup efektif membantu petugas Kesehatan Lingkungan memantau kondisi IPAL tanpa harus melakukan pengukuran manual secara langsung di lokasi.
Copyrights © 2026