Pengabdian ini bertujuan mengenalkan makna dan penggunaan tiga kata ajaib, yaitu “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”, sebagai upaya pengenalan kesantunan berbahasa kepada anak-anak di Kelurahan Belakang Pondok, Kota Bengkulu. Metode pengabdian yang digunakan berupa edukasi langsung melalui penyampaian materi dengan bahasa sederhana, media visual menggunakan proyektor, tanya jawab, pengulangan materi, serta aktivitas pendukung yang disesuaikan dengan kelompok usia. Kegiatan dilaksanakan pada 22–24 Agustus 2026 di Pustu RT 06 RW 02 dengan melibatkan 27 anak yang terdiri atas 11 siswa sekolah dasar kelas IV–VI, 8 siswa sekolah dasar kelas I–III, dan 8 anak prasekolah berusia 4–6 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa anak-anak memberikan respons selama kegiatan melalui keterlibatan dalam aktivitas, jawaban atas pertanyaan, serta upaya menyebutkan dan menjelaskan penggunaan ketiga ungkapan tersebut. Pengamatan informal setelah kegiatan juga menemukan tiga anak prasekolah yang secara spontan mengucapkan “terima kasih” ketika menerima sesuatu dan “maaf” ketika melakukan kesalahan tanpa diingatkan. Simpulan pengabdian ini menunjukkan bahwa edukasi tiga kata ajaib dapat menjadi sarana pengenalan kesantunan berbahasa melalui contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari. Namun, karena tidak dilakukan evaluasi terstruktur dan pemantauan lanjutan, perubahan pemahaman dan keberlanjutan perilaku santun belum dapat dipastikan
Copyrights © 2026