Tujuan: Menganalisis pengaruh intervensi ROY-CARE Digital terhadap adaptasi holistik pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sebanyak 40 pasien kanker payudara dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 20 responden. Kelompok intervensi menerima ROY-CARE Digital selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan keperawatan rutin. Adaptasi holistik diukur berdasarkan empat mode adaptasi Roy, yaitu fisiologis, konsep diri, fungsi peran, dan interdependensi. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test, independent sample t-test, ANCOVA, dan Cohen’s d dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil: Rerata skor adaptasi pada kelompok intervensi meningkat dari 61,35 ± 7,21 menjadi 83,45 ± 6,18, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 60,90 ± 6,94 menjadi 65,80 ± 6,73. Rerata perubahan skor kelompok intervensi sebesar 22,10 ± 5,84, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 4,90 ± 4,31. Terdapat perbedaan perubahan skor adaptasi yang bermakna antara kedua kelompok (p < 0,001). Intervensi ROY-CARE Digital menghasilkan ukuran efek yang sangat besar terhadap adaptasi holistik (Cohen’s d = 1,84).Simpulan: ROY-CARE Digital efektif meningkatkan adaptasi holistik pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi pendamping dalam pelayanan keperawatan onkologi.Kata kunci: adaptasi holistik; kanker payudara; ROY-CARE digital; roy adaptation model; tele-nursing.
Copyrights © 2026