Perkembangan Internet of Things (IoT) memberikan peluang penerapan teknologi monitoring dan kendali otomatis pada budidaya hidroponik. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem smart farming berbasis IoT yang mampu memantau suhu udara, kelembapan udara, suhu air nutrisi, kepekatan nutrisi (TDS), pH, dan ketinggian air, serta mengendalikan pemberian nutrisi berdasarkan hari setelah tanam (HST). Sistem menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler, beberapa sensor, modul relay, pompa peristaltik, pompa celup, dan aplikasi Blynk sebagai antarmuka pemantauan dan kendali jarak jauh. Pengujian dilakukan melalui perbandingan pembacaan sistem dengan alat ukur pembanding selama 9 hari. Hasil menunjukkan error TDS berada pada rentang -3,10% sampai 4,90%, error pH -1,27% sampai 2,53%, sedangkan selisih pembacaan temperatur tercatat 0,24–1,36 °C. Sensor ketinggian air menunjukkan selisih tidak lebih dari ±1 cm. Sistem kontrol nutrisi berdasarkan tiga fase pertumbuhan, yaitu netting, vegetatif, dan generatif, dapat bekerja sesuai batas nutrisi yang dimasukkan melalui Blynk. Pada pengujian, target nutrisi ditetapkan 800 PPM untuk hari 0–3, 1100 PPM untuk hari 4–6, dan 1500 PPM untuk hari 7–9 dengan rentang kurang dari 200 PPM. Sistem berhasil memberikan kemampuan monitoring dan kontrol dari jarak jauh, meskipun sensor temperatur masih memerlukan peningkatan akurasi.
Copyrights © 2026