Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi kuasa dalam tata kelola Pasar Ikan Oeba Kota Kupang, dengan fokus pada pengaturan ruang, penyediaan fasilitas, dan retribusi antara pemerintah dan pedagang. Pasar ini dipahami sebagai arena sosial-politik yang mencerminkan ketimpangan posisi antaraktor. Menggunakan metode kualitatif berpendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Analisis ini menerapkan perspektif relasi kuasa Michel Foucault serta pendekatan elemen tata kelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa bekerja melalui tiga mekanisme. Pertama, penataan ruang melalui zonasi menciptakan perbedaan akses dan posisi sosial-ekonomi antarpedagang. Kedua, penyediaan fasilitas yang tidak seimbang membuat kebutuhan operasional dibebankan secara mandiri kepada pedagang. Ketiga, mekanisme fiskal menunjukkan dominasi kewenangan pemerintah dalam mengatur aktivitas ekonomi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian politik lokal serta memberi masukan bagi pengelola untuk mewujudkan tata kelola pasar yang partisipatif, adil, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026