Jurnal Kelautan Tropis
Vol 29, No 3 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS

Valuasi Nilai Ekonomi Potensi Cadangan Karbon Mangrove Di Kawasan Mangrove Sungai Besejarah, Siak, Provinsi Riau

Bella Permata Zevira (Magister Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Rudhi Pribadi (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Subagiyo Subagiyo (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Chrisna Adhi Suryono (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Ambariyanto Ambariyanto (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Khaidir Khaidir (Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Besejarah)



Article Info

Publish Date
10 Nov 2026

Abstract

Perubahan iklim global akibat peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) mendorong perlunya upaya mitigasi melalui konservasi ekosistem karbon biru, salah satunya hutan mangrove. Selain berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon yang efektif, mangrove juga memberikan manfaat ekonomi melalui jasa lingkungan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi simpanan karbon, kemampuan penyerapan CO₂, serta menghitung nilai ekonomi karbon menggunakan pendekatan Social Cost of Carbon (SCC) di Kawasan Mangrove Sungai Besejarah, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan transect line plot. Biomassa batang dan akar dihitung menggunakan persamaan alometrik, biomassa serasah diukur dengan metode berat kering, sedangkan karbon sedimen dianalisis menggunakan metode Loss on Ignition (LOI). Nilai ekonomi karbon dihitung berdasarkan SCC sebesar US$51 ton⁻¹ CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove terdiri atas delapan spesies yang didominasi oleh Rhizophora apiculata. Rata-rata simpanan karbon pada biomassa batang 96,41 ton/ha, akar 51,06 ton/ha, serasah 0,25 ton/ha, dan sedimen 41,14 ton/ha, dengan total simpanan karbon sebesar 188,85 ton/ha atau setara 2.895,13 ton pada luas kawasan 15,33 ha. Kemampuan penyerapan CO₂ mencapai 541,21 ton ha dengan total serapan sebesar 8.296,72 ton. Estimasi nilai ekonomi jasa lingkungan karbon sebesar Rp470.359,301 ha atau Rp7.210,608,077 untuk seluruh kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Mangrove Sungai Besejarah memiliki potensi yang signifikan dalam penyimpanan karbon, penyerapan CO₂, dan penyediaan jasa lingkungan, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dan mendukung pengelolaan mangrove secara berkelanjutan

Copyrights © 2026