Perubahan iklim global akibat peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) mendorong perlunya upaya mitigasi melalui konservasi ekosistem karbon biru, salah satunya hutan mangrove. Selain berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon yang efektif, mangrove juga memberikan manfaat ekonomi melalui jasa lingkungan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi simpanan karbon, kemampuan penyerapan CO₂, serta menghitung nilai ekonomi karbon menggunakan pendekatan Social Cost of Carbon (SCC) di Kawasan Mangrove Sungai Besejarah, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan transect line plot. Biomassa batang dan akar dihitung menggunakan persamaan alometrik, biomassa serasah diukur dengan metode berat kering, sedangkan karbon sedimen dianalisis menggunakan metode Loss on Ignition (LOI). Nilai ekonomi karbon dihitung berdasarkan SCC sebesar US$51 ton⁻¹ CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove terdiri atas delapan spesies yang didominasi oleh Rhizophora apiculata. Rata-rata simpanan karbon pada biomassa batang 96,41 ton/ha, akar 51,06 ton/ha, serasah 0,25 ton/ha, dan sedimen 41,14 ton/ha, dengan total simpanan karbon sebesar 188,85 ton/ha atau setara 2.895,13 ton pada luas kawasan 15,33 ha. Kemampuan penyerapan CO₂ mencapai 541,21 ton ha dengan total serapan sebesar 8.296,72 ton. Estimasi nilai ekonomi jasa lingkungan karbon sebesar Rp470.359,301 ha atau Rp7.210,608,077 untuk seluruh kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Mangrove Sungai Besejarah memiliki potensi yang signifikan dalam penyimpanan karbon, penyerapan CO₂, dan penyediaan jasa lingkungan, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dan mendukung pengelolaan mangrove secara berkelanjutan