Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana organisasi mahasiswa di Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan era digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus inti UKM INKAI, KOPMA, ACCSETA, dan BIMAFEB. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing organisasi secara unik mengintegrasikan teknologi ke dalam program kerja mereka, seperti pemanfaatan media sosial untuk edukasi kebangsaan, instrumen open-access untuk transparansi keuangan, serta penerapan sanksi organisasi yang tegas maupun pendekatan persuasif dalam menangani pelanggaran etika siber seperti doxing dan plagiarisme. Dibedah melalui kerangka Teori Kewargaan Digital (Digital Citizenship) dan Etika Siber Pancasila, digitalisasi ini menggeser pola kepemimpinan menjadi lebih egaliter dan inklusif, di mana musyawarah virtual tetap diutamakan sebagai instrumen tertinggi guna meredam polarisasi opini di media sosial. Meskipun demikian, ditemukan dampak residu berupa potensi terkikisnya solidaritas sosial di dunia nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital terbukti efektif mengakselerasi jangkauan nilai positif Pancasila, namun organisasi mahasiswa direkomendasikan untuk menerapkan model aktivitas hibrida (kombinasi daring dan luring) secara seimbang, didukung oleh pelatihan literasi digital terstruktur dari pihak rektorat. Kata Kunci: Pancasila, Organisasi Mahasiswa, UNIPMA, Era Digital.
Copyrights © 2026