Penyakit kulit tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang umum dan sering dikaitkan dengan kebersihan pribadi serta sanitasi lingkungan. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebersihan pribadi, sanitasi lingkungan, dan insiden penyakit kulit di antara penduduk Desa Lipumangau, Distrik Sampolawa, Kabupaten South Buton. Sebuah studi kuantitatif analitis dengan desain penampang dilakukan melibatkan 89 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan tes Chi-kuadrat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kebersihan kulit (p=0,865), kebersihan tangan dan kuku (p=0,534), kebersihan pakaian (p=0,691), kebersihan handuk (p=0,471), kebersihan tempat tidur dan sprei (p=0,534), akses ke air bersih (p=0,691), fasilitas toilet (p=0,946), sistem pembuangan air limbah (p=0,865), atau fasilitas pembuangan limbah padat (p=0,356) dan insiden penyakit kulit. Dapat disimpulkan bahwa kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan tidak secara signifikan berhubungan dengan insiden penyakit kulit di antara populasi studi. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor risiko potensial lain, seperti paparan kerja, kondisi lingkungan kerja, dan karakteristik individu, dalam mengembangkan strategi pencegahan penyakit kulit yang efektif.
Copyrights © 2026