Artikel ini mendiskripsikan tentang pengembangan desa wisata berbasis potensi alam. Dimana sangat diperlukan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya pemuda, untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. Malalak Barat memiliki potensi wisata air terjun yang cukup besar, namun pengembangannya masih terbatas akibat pengelolaan yang belum optimal dan rendahnya kesadaran wisata masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan model desa wisata melalui pemberdayaan pemuda dan edukasi Sadar Wisata yang diintegrasikan dengan prinsip pariwisata syariah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 20 pemuda dan tokoh masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, Focus Group Discussion (FGD), edukasi Sapta Pesona, dan pembentukan struktur pengelola wisata berbasis pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pemuda mengenai tata kelola pariwisata dari 45% menjadi 85% setelah intervensi. Pemuda juga berhasil membentuk kelompok pengelola awal yang berkomitmen menerapkan pelayanan sesuai prinsip syariah, kebersihan lingkungan, dan keamanan akses pengunjung. Program ini memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dan mendukung Malalak Barat sebagai destinasi wisata alam berbasis syariah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026