Adlan Sanur Tarihoran
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Legality of Islamic Law Against the use of Public Roads for A Wedding Party Busyro Busyro; Adlan Sanur Tarihoran
Alhurriyah Vol 7, No 2 (2022): July - December 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v7i2.5864

Abstract

The public road is a facility for those who passed by the public to support mobility. Islamic teachings determine that the public road is right to base humans who don't can in the sky by anyone. However,some people has utilise the public road for interest marriage party and events personal other so that disturb and hinder activity society. This paper aims to study the legality of Islamic law in middle take effect law positive in Indonesia regarding with use of public roads for doingmarriage reception (walimah) with a focus on two questions: First, what difference among legalization of Islamic law with law positive in case usage the public road for interest carry out party marriage? Second, is regulation of government about settings use the public road for interest party marriage in accordance with the legalization of Islamic law? Type this study is a research library with an approach qualitative. Data collection is carried out with read news, books, and related articles with problem study and analysis with the deductive method. Results of this study show that Islamic law has considered legal when already ijtihad by scholars, different with law positive that the legislation must be validated by the government, and government regulation that regulates using the public road for interest party marriage has produced benefits in accordance with the desired goal achieved in legalization Islamic law.
Irfani Epistemology and the Practice of Sholat 40: Intuitive Knowledge in the Syattariyah Tariqah of West Sumatra Adlan Sanur Tarihoran; Kaharuddin Kaharuddin
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v9i1.9600

Abstract

This study examines the implementation of Irfani epistemology in the practice of Sholat 40 (forty consecutive days of ritual prayer) within the Syattariyah Tariqah in West Sumatra, focusing on its role as a medium for attaining intuitive knowledge (ma‘rifah). While previous studies on Sufi orders in Indonesia often emphasize ritual practices or social functions, few have analyzed their epistemological dimensions. Adopting a phenomenological approach, supported by literature review and in-depth interviews with followers and the murshid, this research identifies three key elements within Sholat 40: soul purification (tazkiyah al-nafs), mystical experience, and the attainment of intuitive knowledge of the Divine essence. The findings indicate that in Irfani epistemology, knowledge transcends rational cognition and emerges through inner experience, enabling practitioners to perceive the presence of God directly. This study argues that Sholat 40 functions not only as ritual worship but also as a structured epistemic practice that facilitates spiritual transformation, moral refinement, and personal growth. By situating this practice within Irfani epistemology, the article contributes to broader discourses on Islamic mysticism, experiential knowledge, and the living tradition of Sufi epistemologies in Southeast Asia.
Edukasi Diversifikasi Produk Olahan Kayu Manis Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Lokal di Hulu Banda Salma Zahira; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel dibuat berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Hulu Banda. Dimana penulis melihat pemanfaatan potensi kayu manis sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi. Berdasarkan hasil observasi lapangan, pemanfaatan kayu manis masih didominasi dalam bentuk bahan mentah sehingga peluang pengembangan produk olahan yang memiliki nilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal. Berangkat dari kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengembangan produk olahan kayu manis berdasarkan perspektif Ekonomi Islam. Metode yang digunakan berupa edukasi melalui sosialisasi, penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab dengan sasaran masyarakat Hulu Banda. Pelaksanaan kegiatan dievaluasi melalui observasi, dokumentasi, serta respons peserta selama mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh wawasan mengenai berbagai alternatif pengolahan kayu manis yang dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Pembahasan yang berlangsung selama kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan mengenali peluang pemanfaatan kayu manis sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah. Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam mendorong pemanfaatan potensi kayu manis secara lebih optimal sehingga dapat mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sesuai dengan prinsip-prinsip Ekonomi Islam
Sosialisasi Investasi Syariah Membangun Kesadaran Berinvestasi Pada Masyarakat, Remaja, dan Anak di Malalak Barat Yori Hardiyan; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dilandasi dari data dan fakta di lapangan yang penulis temukan, dimana rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat pedesaan, khususnya remaja dan anak-anak, menjadi salah satu tantangan dalam mendorong keikutsertaan investasi yang sesuai prinsip syariah. Salah satu dari kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berinvestasi syariah pada masyarakat, remaja, dan anak di Jalan Bantiang Selatan, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi dan penyuluhan keterlibatan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap 24 responden yang terdiri atas  8 anak-anak, 11 Anak  SMK, dan 5 orang remaja. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana menggunakan perbandingan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar investasi syariah, jenis instrumen investasi halal, serta pentingnya menghindari riba, gharar, dan maisir dalam berinvestasi. Rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 45% menjadi 84% setelah kegiatan, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok anak-anak. Secara kualitatif, peserta menunjukkan rasa semangat yang tinggi dan sebagian remaja menyatakan minat untuk mulai menabung dan berinvestasi secara syariah sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi keuangan syariah lintas usia yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Edukasi Pemasaran Digital Dan Branding Komoditas Kayu Manis Dan Pinang Bagi Ibu Yasinan Di Jorong Hulu Banda Nagari Malalak Barat Suci Rahma Oktavia; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini penulis berdasarkan data dan fakta di lapangan bahwa, sebagian besar ibu-ibu jamaah yasinan rutinan di Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam menggantungkan penghasilan mereka dari hasil penjualan kayu manis dan pinang. Dimana mereka masih dalam bentuk bahan mentah kepada toke (pengumpul) yang sudah menjadi langganan, tanpa pengolahan lebih lanjut maupun menjualnya secara daring (menggunakan marketplace atau media sosial). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman awal bagi peserta akan potensi dari pemasaran digital dan branding produk sebagai alternatif strategi peningkatan nilai jual komoditas tersebut. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi pada forum pertemuan rutin yasinan yang diikuti oleh 17 orang ibu-ibu, mencakup penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta pengenalan singkat aplikasi canva sebagai ilustrasi alat branding sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri. Data kegiatan diperoleh sepenuhnya melalui wawancara langsung dengan peserta, tanpa menggunakan instrumen kuantitatif, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta belum pernah mendengar konsep pemasaran digital dan branding sebelumnya, serta bergantung penuh pada toke karena keterbatasan akses pasar dan pengetahuan mengenai pengolahan komoditas. Setelah diadakannya sosialisasi, peserta menunjukkan ketertarikan awal terhadap gagasan mengolah dan mengemas produk dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi memberikan model edukasi penyadaran awal (awareness raising) bagi kelompok masyarakat prausaha di kawasan nagari terpencil sebagai titik masuk sebelum pelatihan keterampilan digital yang lebih teknis.
Sosialisasi Menabung Sejak Dini Sebagai Upaya Membangun Kesadaran Finansial Masyarakat Jorong Banting Selatan, Nagari Malalak Barat, Kabupaten Agam Muhammad Raihan Zadira; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dibuat untuk melihat kondisi masyarakat akan menabung sejak dini sebagai kesadaran finasial. Sebagaimana diketahui bahwa menabung merupakan salah satu bentuk perilaku ekonomi yang menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga maupun masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang tinggal di kawasan dengan sumber pendapatan yang bergantung pada hasil perkebunan. Jorong Banting Selatan, Nagari Malalak Barat, Kabupaten Agam merupakan salah satu wilayah yang perekonomiannya banyak ditopang oleh hasil kebun pinang dan kayu manis, dua komoditas unggulan yang harganya kerap berfluktuasi mengikuti dinamika pasar. Kondisi ini menuntut masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, untuk memiliki kesadaran dan kebiasaan menabung sejak dini agar mampu mengelola pendapatan musiman secara bijak dan terhindar dari perilaku konsumtif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan sosialisasi menabung sejak dini yang dilakukan di Jorong Banting Selatan serta menganalisis urgensinya dalam konteks masyarakat yang bergantung pada hasil perkebunan pinang dan kayu manis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melalui kegiatan ceramah, diskusi interaktif, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi menabung sejak dini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu rumah tangga, mengenai pentingnya mengelola keuangan, memisahkan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian hasil panen pinang dan kayu manis untuk ditabung sebagai bekal masa depan. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menabung bukan hanya soal jumlah uang yang disisihkan, tetapi juga soal konsistensi dan perencanaan keuangan jangka panjang di tengah karakteristik pendapatan masyarakat yang bersifat musiman.
Pengembangan Desa Wisata Air Terjun Melalui Pemberdayaan Pemuda Dan Edukasi Sadar Wisata Di Malalak Barat Afifah; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskripsikan tentang pengembangan desa wisata berbasis potensi alam. Dimana sangat diperlukan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya pemuda, untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. Malalak Barat memiliki potensi wisata air terjun yang cukup besar, namun pengembangannya masih terbatas akibat pengelolaan yang belum optimal dan rendahnya kesadaran wisata masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan model desa wisata melalui pemberdayaan pemuda dan edukasi Sadar Wisata yang diintegrasikan dengan prinsip pariwisata syariah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 20 pemuda dan tokoh masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, Focus Group Discussion (FGD), edukasi Sapta Pesona, dan pembentukan struktur pengelola wisata berbasis pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pemuda mengenai tata kelola pariwisata dari 45% menjadi 85% setelah intervensi. Pemuda juga berhasil membentuk kelompok pengelola awal yang berkomitmen menerapkan pelayanan sesuai prinsip syariah, kebersihan lingkungan, dan keamanan akses pengunjung. Program ini memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dan mendukung Malalak Barat sebagai destinasi wisata alam berbasis syariah yang berkelanjutan.
Edukasi Pemanfaatan Dan Pengolahan Kayu Manis Sebagai Potensi Ekonomi Lokal Masyarakat Jorong Hulu Banda, Malalak Barat Salim; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini beranjak dari adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang penulis lakukan. Dimana hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat pada kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai sumber pendapatan utama, dengan sekitar separuh dari kurang lebih 300 KK yang ada menggantungkan penghasilannya pada komoditas ini. Selama ini kulit kayu manis umumnya masih dijual mentah kepada toke dengan harga yang berbeda-beda, yaitu sekitar Rp15.000 per kilogram untuk ukuran kecil dan Rp30.000 per kilogram untuk ukuran besar, sementara batangnya hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar, sehingga potensi ekonomi kayu manis di wilayah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan dan pengolahan kayu manis kepada masyarakat guna meningkatkan nilai tambah dan potensi ekonomi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap petani kayu manis, toke pembeli, dan perangkat jorong, serta didukung data sekunder dari literatur terkait. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa kondisi geografis Jorong Hulu Banda yang berbukit dan lembab sangat mendukung budidaya kayu manis, perbedaan harga jual berdasarkan ukuran kulit menjadi hal yang perlu dipahami petani, dan potensi pengolahan kayu manis menjadi produk bernilai tambah masih besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan dan pengolahan kayu manis sebagai potensi ekonomi lokal.
Menanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini Melalui Edukasi Bank Syariah Bagi Siswa SD 11 Jalan Bantiang Selatan Nagari Malalak Barat Syafitri Ritonga; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dibuat untuk melakukan eksplorasi dalam upaya menanamkan kebiasaan menabung sejak dini melalui program edukasi yang dilaksanakan oleh Bank Syariah kepada siswa SD 11 Jalan Bantiang. Metode yang dilakukan dengan pendekatan pembelajaran interaktif meliputi cerita bergambar, permainan peran, dan praktik menabung menggunakan celengan bertema program dirancang agar sesuai perkembangan anak usia sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan observasi partisipatif dan kuesioner singkat kepada 80 siswa serta wawancara dengan guru dan petugas bank. Hasil awal menunjukkan peningkatan minat dan pemahaman dasar tentang tujuan menabung, konsep sederhana bagi hasil, dan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu, siswa menunjukkan kecenderungan melakukan tindakan menabung lebih konsisten setelah kegiatan berulang selama tiga bulan. Temuan juga menyoroti peran guru dan orang tua sebagai penguat kebiasaan, serta pentingnya materi yang kontekstual dan menyenangkan. Rekomendasi mencakup integrasi program ke kurikulum sekolah dasar, pelatihan bagi pendamping, dan kolaborasi jangka panjang antara sekolah dan Bank Syariah untuk memperkuat literasi keuangan syariah sejak dini.
Sosialisasi Pinjol Ilegal Dan Judi Online Rani Anisa; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pinjaman online ilegal dan judi online menjadi salah satu permasalahan yang semakin sering dijumpai di tengah masyarakat, terutama di kalangan remaja dan masyarakat usia produktif. Kemudahan mengakses internet serta rendahnya tingkat literasi digital dan literasi keuangan menyebabkan banyak masyarakat terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal maupun perjudian berbasis digital yang memberikan dampak negatif terhadap kondisi ekonomi, psikologis, sosial, bahkan hubungan dalam keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan melalui kegiatan edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kedua praktik tersebut serta cara menghindarinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya pinjaman online ilegal dan judi online yang semakin mudah ditemukan di lingkungan digital. Materi yang diberikan mencakup ciri-ciri pinjaman online ilegal, risiko yang dapat muncul akibat judi online, aturan hukum yang mengatur kedua persoalan tersebut, serta pentingnya menggunakan layanan keuangan yang telah memperoleh izin resmi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang diawali dengan melihat kondisi dan permasalahan di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan peserta, menyiapkan materi yang sesuai, kemudian melaksanakan edukasi melalui sosialisasi dan diskusi bersama. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan membahas beberapa contoh kasus yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini memberikan perubahan yang cukup baik terhadap pemahaman peserta. Masyarakat menjadi lebih mampu mengenali risiko pinjaman online ilegal dan judi online dari berbagai sisi, mulai dari dampak hukum, ekonomi, sosial, hingga keagamaan. Peserta juga mulai memahami pentingnya melindungi data pribadi dan lebih berhati-hati ketika menggunakan layanan keuangan digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan di ruang digital serta mampu menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.