Remaja putri rentan mengalami anemia akibat meningkatnya kebutuhan zat besi dan rendahnya konsumsi pangan sumber zat besi serta protein. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima cookies berbasis tepung kacang kedelai dengan substitusi tepung kacang merah dan penambahan daun kelor, menentukan formula terbaik, serta menganalisis kandungan gizi formula terbaik. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 3×2, yaitu substitusi tepung kacang merah (20%, 25%, 30%) dan penambahan daun kelor segar (5% dan 10%), dengan tepung kacang kedelai 30% pada semua formula. Uji hedonik skala 1–4 melibatkan 50 panelis tidak terlatih remaja putri. Data dianalisis dengan uji Friedman dan Wilcoxon Signed-Rank, formula terbaik ditentukan dengan metode De Garmo, dan kandungan gizi dianalisis di laboratorium. Tingkat kesukaan berbeda bermakna pada tekstur (p = 0,001), tetapi tidak pada warna (p = 0,975), aroma (p = 1,000), dan rasa (p = 0,999). Formula terbaik (30% tepung kacang merah dan 10% daun kelor) mengandung protein 11,95 g dan zat besi 4,18 mg per 100 g, dibandingkan 6,88 g dan 4,17 mg pada formula standar. Cookies ini berpotensi menjadi camilan alternatif dengan kandungan protein lebih tinggi, tetapi penambahan bahan belum meningkatkan kadar zat besinya.
Copyrights © 2026