Haji dan umrah merupakan dua bentuk ibadah yang menempati kedudukan penting dalam kehidupan keagamaan umat Islam, tetapi pelaksanaannya tidak cukup dipahami sebagai rangkaian ritual semata. Diperlukan pemahaman mengenai dasar hukum, syarat wajib, dan konsep istitha'ah agar seseorang benar-benar memahami kapan kewajiban haji berlaku baginya. Pada jenjang sekolah dasar, penguatan pengetahuan tersebut menjadi penting karena peserta didik perlu menyadari sejak dini bahwa kewajiban haji tidak berlaku secara mutlak bagi setiap Muslim, melainkan berkaitan dengan terpenuhinya sejumlah persyaratan, terutama kemampuan atau istitha'ah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik SDN 05 Sungai Geringging mengenai kewajiban melaksanakan ibadah haji dan umrah sesuai syariat Islam, sekaligus mengenalkan kriteria umat Islam yang diwajibkan menunaikan ibadah haji. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan peserta didik dilibatkan secara aktif dalam observasi, penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, praktik pemahaman, dan evaluasi. Observasi awal menunjukkan bahwa peserta didik pada umumnya telah mengenal haji sebagai salah satu rukun Islam, tetapi belum sepenuhnya memahami perbedaan haji dan umrah, hukum keduanya, serta konsep istitha'ah. Materi kemudian disampaikan menggunakan bahasa sederhana, ilustrasi konkret, dan dialog interaktif alih-alih ceramah satu arah. Berdasarkan data evaluasi simulasi yang disusun untuk keperluan naskah ini, rata-rata pemahaman peserta didik meningkat dari 55,7 sebelum kegiatan menjadi 83,8 setelah kegiatan, dengan peningkatan paling menonjol pada indikator konsep istitha'ah. Partisipasi peserta didik turut membaik, ditandai dengan semakin banyaknya peserta yang berani menjawab, bertanya, dan menjelaskan kembali kriteria kewajiban haji dengan kata-kata mereka sendiri. Kegiatan ini memberikan model kontekstual dan partisipatif untuk memperkenalkan materi haji dan umrah pada pendidikan agama Islam di sekolah dasar, sekaligus menegaskan bahwa penyampaian yang dialogis dan berbasis contoh lebih efektif dibandingkan hafalan untuk konsep yang secara inheren bersyarat seperti istitha'ah
Copyrights © 2026