Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis dan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisis kebutuhan guru terhadap pengembangan model literasi kritis berbasis Akal Imitasi (AI) untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Angket digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan persepsi guru terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran, sedangkan wawancara menggali pengalaman, kendala, dan harapan guru terhadap pengembangan model. Data angket dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase, sedangkan data wawancara dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kebutuhan yang sangat tinggi terhadap pengembangan model literasi kritis berbasis Akal Imitasi (AI). Hal ini ditunjukkan oleh persentase kebutuhan pengembangan model sebesar 89%, pemanfaatan AI 81%, penerapan literasi kritis 84%, kendala implementasi AI 84%, dan harapan terhadap pengembangan model 90%. Guru menilai AI mampu membantu siswa mengembangkan ide, menyusun kerangka tulisan, memperbaiki struktur dan kebahasaan, serta meningkatkan kreativitas dalam menulis. Namun, implementasi AI masih terkendala oleh keterbatasan kompetensi teknis guru, minimnya panduan pedagogis, dan belum tersedianya model pembelajaran yang sistematis. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model literasi kritis berbasis Akal Imitasi (AI) yang praktis, sistematis, dan adaptif untuk mendukung pembelajaran menulis sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026