Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui functional theory dalam debat pilkada Kabupaten Pekalongan Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi yang difokuskan pada distribusi fungsi acclaim, attack, dan defense, serta isu kebijakan (policy) berupa past deeds dan future plans dari masing-masing kandidat menang dan kalah, untuk memahami perbedaan strategi dalam memengaruhi opini publik. Data penelitian diperoleh dari tayangan debat Pilkada Kabupaten Pekalongan tahun 2024 yang dapat diakses secara penuh melalui kanal Youtube. Sebelum proses pengkodean, coder melakukan uji intercoder reliability untuk meminimalkan subjektivitas dalam proses pengodean data dengan menggunakan coding book dan instrumen berbasis web ReCal2Proses. Setelah proses pengkodean, tersisa 305 ujaran dari 332 total ujaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi acclaim merupakan fungsi yang paling sering digunakan oleh kedua kandidat (64%), diikuti fungsi attack (42%), dan defense (11%). Uji hipotesis menggunakan Chi-square mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikaan antara penggunaan fungsi wacana (acclaim, attack, defense) antara kandidat menang dan kalah dalam debat pilkada dengan nilai p= 0,545>0,05 (H1 ditolak). Sebaliknya, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kandidat 01 dan 02 dalam hal menekankan isu kebijakan selama debat pilkada berlangsung dengan nilai p= 0,001<0,05 (H2 diterima).
Copyrights © 2026