Pengelolaan destinasi wisata melibatkan berbagai pihak dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Kabupaten Lumajang merupakan destinasi yang berkembang pesat dan telah dikenal secara internasional. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan media dalam suatu kolaborasi penta-helix. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika collaborative governance dalam pengelolaan Wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara mendalam proses kolaborasi antarpihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi berlangsung melalui lima tahapan, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan pencapaian hasil sementara. Kolaborasi telah menghasilkan berbagai capaian, salah satunya penghargaan sebagai wisata terbaik dari Gubernur. Meskipun seluruh pihak memiliki peran penting, media menjadi aktor yang paling berpengaruh dalam memperluas promosi destinasi melalui konten digital hingga tingkat internasional. Dengan demikian, collaborative governance melalui pendekatan penta-helix berperan penting dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan Wisata Air Terjun Tumpak Sewu secara lebih luas dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026