Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menuntut perlindungan balita yang dapat dijalankan di tingkat rumah tangga, meliputi pengurangan paparan, pengenalan tanda bahaya, dan akses pertolongan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang perlindungan balita dari paparan asap serta pengenalan tanda bahaya gangguan pernapasan melalui edukasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 di RT 35 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang dan dihadiri 30 orang peserta. Metode meliputi pemaparan singkat, pemutaran video edukasi, pembagian leaflet digital, diskusi, dan teach-back. Evaluasi menggunakan desain satu kelompok pretest–posttest dengan 10 pertanyaan pengetahuan berskala 0–100. Rerata skor meningkat dari 56,7 menjadi 84,0, dengan selisih 27,3 poin. Sebanyak 28 peserta (93,3%) mengalami kenaikan skor, sedangkan dua peserta (6,7%) memperoleh skor tetap. Proporsi peserta dengan skor ≥80 meningkat dari 13,3% menjadi 86,7%. Hasil ini menggambarkan kenaikan pengetahuan segera setelah edukasi, tetapi belum membuktikan perubahan perilaku keluarga, penurunan paparan, maupun penurunan kejadian gangguan pernapasan pada balita. Tanpa kelompok pembanding, perubahan skor tidak dapat dikaitkan sepenuhnya dengan intervensi
Copyrights © 2026