Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, infrastruktur, dan korban jiwa. Kelurahan Kuranji, Kota Padang, memiliki kondisi topografi berbukit dengan perkembangan area terbangun yang cukup pesat sehingga berpotensi meningkatkan risiko longsor. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis tingkat kerawanan longsor di Kelurahan kuranji ; danĀ 2) Menganalisis sebaran area terbangun pada setiap kelas kerawanan di Kelurahan Kuranji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot lima parameter, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, geologi, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Selanjutnya dilakukan proses overlay untuk menghasilkan peta kerawanan longsor serta identifikasi area terbangun pada setiap kelas kerawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan longsor di Kelurahan Kuranji terbagi menjadi tiga kelas, yaitu kerawanan rendah seluas 1.080,092 Ha (48,386%), kerawanan sedang seluas 889,023 Ha (39,827%), dan kerawanan tinggi seluas 263,091 Ha (11,787%). Untuk area terbangun tersebar pada seluruh kelas kerawanan, namun didominasi oleh kelas kerawanan rendah. Keberadaan area terbangun pada kelas kerawanan sedang dan tinggi menunjukkan perlunya perhatian dalam perencanaan tata ruang dan upaya mitigasi bencana guna mengurangi potensi risiko longsor di wilayah penelitian.
Copyrights © 2023