Jahe (Zingiber officinale) merupakan komoditas rempah bernilai ekonomi tinggi yang kaya akan minyak atsiri, namun pemanfaatannya masih terkendala efisiensi metode ekstraksi konvensional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh daya microwave (300, 450, dan 600 W) dan waktu ekstraksi (15–22 menit) terhadap yield dan profil senyawa minyak atsiri jahe segar dan kering menggunakan metode Microwave-Assisted Hydrodistillation (MAHD), sekaligus menentukan kondisi operasi optimum berdasarkan analisis kinetika ekstraksi orde satu. Yield tertinggi pada jahe segar diperoleh pada 600 W, 22 menit (0,69%), sedangkan pada jahe kering yield tertinggi tercapai pada 600 W/20 menit (0,89%) sebelum menurun menjadi 0,83% pada 22 menit akibat degradasi termal, sehingga 20 menit ditetapkan sebagai kondisi optimum untuk jahe kering. Analisis kinetika orde satu menghasilkan konstanta laju ekstraksi (k) berkisar 0,276–0,651 menit⁻¹ dengan koefisien determinasi (R²) 0,954–0,982, dan menunjukkan bahwa jahe kering pada 600 W memiliki laju ekstraksi tercepat (waktu paruh 1,06 menit). Pengamatan SEM mengonfirmasi bahwa peningkatan daya microwave menyebabkan kerusakan struktur dinding sel yang lebih besar, mendukung peningkatan yield yang teramati.
Copyrights © 2026