Bambu (Bambusoideae) semakin diakui sebagai solusi berbasis alam untuk mitigasi degradasi lingkungan, pengendalian erosi, dan konservasi air di wilayah tropis. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi kesesuaian lahan bambu menggunakan analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (SIG), (2) memetakan lokasi penanaman potensial, dan (3) menganalisis pemanfaatan bambu oleh masyarakat Desa Babadan dalam konteks sosial dan ekonomi. Analisis SIG dilakukan melalui overlay variabel lingkungan, termasuk curah hujan, elevasi, dan kemiringan lereng, sementara validasi lapangan mencakup pengukuran suhu, pH, dan tekstur tanah untuk memastikan kesesuaian ekologis. Hasil menunjukkan tiga lokasi potensial: Dusun Watutumpeng (sumber mata air), Dusun Petungroto (lereng 20%), dan Dusun Maduarjo (lereng 30%). Sebanyak 500 bibit bambu ditanam, terdiri dari 350 Dendrocalamus asper dan 150 Bambusa vulgaris, dengan jarak tanam 2 × 2 meter. Berdasarkan hasil analisis melalui wawancara dan observasi didapatkan adanya keterkaitan antara pemanfaatan bambu dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam aspek sosial, bambu berfungsi sebagai sumber daya inklusif yang memperkuat kemandirian dan kohesi masyarakat melalui akses yang merata serta tata kelola kolektif. Secara ekonomi, bambu berperan sebagai sumber pendapatan tambahan sekaligus instrumen penghematan biaya rumah tangga, sehingga memperkuat ketahanan ekonomi pedesaan.
Copyrights © 2025