Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan senyawa aromatis bergugus fungsi hidroksi dan karboksilat semakin banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dari reaksi disproporsionasi antara benzaldehida dan basa NaOH berbagai variasi mol, serta menentukan variasi mol basa yang paling optimal dalam menghasilkan rendemen. Metode semikonvensional digunakan dalam proses sintesis yang melibatkan reaksi disproporsionasi benzaldehida dan NaOH. Benzaldehida yang digunakan sebanyak 1,0612 gram dengan variasi mol basa NaOH sebesar 0,005 mol; 0,01 mol; 0,015 mol; 0,02 mol; 0,025 mol; dan 0,03 mol. Larutan diekstrasi menggunakan diklorometana untuk menghasilkan fasa organik dan fasa air. Dalam sintesis ini menghasilkan produk A dan produk B yang kemudian dikarakterisasi menggunakan KLT scanner, spektrofotometer FTIR dan spektrometer GC-MS. Hasil karakterisasi produk dari reaksi disproporsionasi dengan basa NaOH dan metode semikonvensional menunjukkan bahwa produk A berupa asam benzoat dan produk B adalah benzil alkohol. Variasi mol basa NaOH 0,02 mol (BN-4) memberikan rendemen terbesar untuk asam benzoat maupun benzil alkohol yakni 59,13% dan 54,56%. Dengan kemurnian KLT sebesar 89,37% untuk asam benzoat dan 99,67% untuk benzil alkohol.
Copyrights © 2026