Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TLC Monitoring on The Auto Reduction-Oxidation Reaction of Benzaldehyde Derivatives in Alcohol-Water as Solvent System Dini Rohmawati; Sri Handayani; Cornelia Budimarwanti; Dina Wahyu Handayani; Febrian Ayu Puspitasari; Kirei Irawanti Muthmainnah Puspitasari
Indonesian Journal of Chemistry and Environment Vol. 8 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ijoce.v8i2.93482

Abstract

Autoreduction-oxidation reactions of benzaldehyde derivatives could be done without solvent, solventless, and with solvent conditions. Green solvents are one method to reduce the use of nonenvironmentally friendly solvents by considering their effectiveness in yielding. Benzaldehyde derivatives and NaOH were reacted in comparison of 1 : 1 with various alcohol-aquadest (0%, 20%, 50%, 80%, and 100%) as solvent system. The procedure for this disproportionation reaction is focused on grinding and ultrasonic-assisted methods. Both procedures could be applied under all solvent conditions along with the effective and efficient processes hence it corresponds to the green chemistry principles and sustainable development goals (SDGs). This article discussed the monitoring of product reaction using thin layer chromatography (TLC) techniques to evaluate the procedures of grinding and ultrasonic-assisted on the disproportionation reactions, which later could be used as standard procedures according to green chemistry and sustainable development goals (SDGs).
REAKSI DISPROPORSIONASI SENYAWA BENZALDEHIDA PADA BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI PELARUT HIJAU ETANOL Kirei Easya Muthmainnah; Dini Rohmawati
Jurnal Elemen Kimia Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green chemistry sudah banyak diterapkan dalam proses kimia untuk keberlanjutan, seperti menggunakan pelarut ramah lingkungan dan metode yang lebih efisien. Metode grinding merupakan salah satu metode yang efisien dan efektif pada reaksi disproporsionasi. Penambahan pelarut ramah lingkungan dapat berguna untuk mempercepat homogenisasi dalam campuran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui karakteristik senyawa yang terbentuk dari reaksi disproporsionasi senyawa benzaldehida dan mengetahui konsentrasi pelarut etanol yang memberikan rendemen tertinggi.Sintesis dilakukan dengan menggerus benzaldehida (5 mmol) dan NaOH (5 mmol) pada berbagai variasi konsentrasi pelarut etanol selama 10 menit. Variasi pelarut etanol yaitu 0%, 20%, 50%, 80%, dan 100%. Campuran kemudian diasamkan lalu disaring, endapan dikeringkan dan filtrat kemudian diekstraksi. Senyawa hasil sintesis diidentifikasi dengan KLT, KLT Scanner, FTIR, dan GCMS.Hasil penelitian diperoleh dua produk berupa padatan kristal putih sebagai produk I dan cairan tidak berwarna sebagai produk II. Hasil karakterisasi memperoleh produk I adalah asam benzoat dan produk II adalah benzil alkohol sesuai dengan senyawa target. Konsentrasi etanol 100% menghasilkan asam benzoat dengan rendemen terbesar yaitu 14% dan kemurnian sebesar 58,60%. Konsentrasi etanol 0% menghasilkan benzil alkohol dengan rendemen terbesar yaitu 20,9% dan kemurnian sebesar 91,29%.
OPTIMASI HASIL REAKSI DISPROPORSIONASI SENYAWA BENZALDEHIDA DENGAN VARIASI MOL BASA Diana Yuliyanti; Dini Rohmawati
Jurnal Elemen Kimia Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan senyawa aromatis bergugus fungsi hidroksi dan karboksilat semakin banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dari reaksi disproporsionasi antara benzaldehida dan basa NaOH berbagai variasi mol, serta menentukan variasi mol basa yang paling optimal dalam menghasilkan rendemen. Metode semikonvensional digunakan dalam proses sintesis yang melibatkan reaksi disproporsionasi benzaldehida dan NaOH. Benzaldehida yang digunakan sebanyak 1,0612 gram dengan variasi mol basa NaOH sebesar 0,005 mol; 0,01 mol; 0,015 mol; 0,02 mol; 0,025 mol; dan 0,03 mol. Larutan diekstrasi menggunakan diklorometana untuk menghasilkan fasa organik dan fasa air. Dalam sintesis ini menghasilkan produk A dan produk B yang kemudian dikarakterisasi menggunakan KLT scanner, spektrofotometer FTIR dan spektrometer GC-MS. Hasil karakterisasi produk dari reaksi disproporsionasi dengan basa NaOH dan metode semikonvensional menunjukkan bahwa produk A berupa asam benzoat dan produk B adalah benzil alkohol. Variasi mol basa NaOH 0,02 mol (BN-4) memberikan rendemen terbesar untuk asam benzoat maupun benzil alkohol yakni 59,13% dan 54,56%. Dengan kemurnian KLT sebesar 89,37% untuk asam benzoat dan 99,67% untuk benzil alkohol.