Penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah di Desa Partibi Tembe menyebabkan harga jual kentang cenderung rendah dan sangat bergantung pada tengkulak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana inovasi pengolahan kentang menjadi kroket dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan keterampilan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif untuk mengamati penanganan pascapanen, demonstrasi pembuatan kroket, penerimaan produk, serta strategi pengemasan dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi kentang menjadi kroket mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan penjualan mentah melalui transformasi bentuk, rasa, dan pengemasan higienis. Pelatihan ini juga terbukti meningkatkan pengetahuan teknis dan penerapan prinsip higienitas pangan (CPPOB) pada masyarakat desa. Kesimpulannya, inovasi pengolahan kentang menjadi kroket efektif meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan membangun kapasitas kemandirian ekonomi masyarakat Desa Partibi Tembe secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026