Penelitian ini menganalisis strategi hedging Indonesia dalam merespons dinamika AUKUS (Australia, United Kingdom, United States) dan China di kawasan Indo-Pasifik. Dengan posisi geografis strategis di persimpangan dua samudera, Indonesia menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan hubungan dengan kedua blok kekuatan besar sambil mempertahankan netralitas dan kepentingan nasional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka konsep hedging Evelyn Goh (2005), penelitian ini mengeksplorasi tiga dimensi strategi: soft balancing, complex engagement, dan great power enmeshment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan soft balancing melalui kerja sama ekonomi dengan China dan pertahanan dengan negara AUKUS; complex engagement dengan diversifikasi kemitraan ke Uni Eropa dan Jepang; serta great power enmeshment melalui forum multilateral ASEAN, ARF, ADMM-Plus, dan EAS. Tantangan utama meliputi menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dengan posisi strategis internasional serta keterbatasan kapabilitas militer yang mengharuskan Indonesia mengandalkan soft power diplomatik.
Copyrights © 2027