Fokus kegiatan di Kebun Durian Agus Widodo, Pati, Jawa Tengah adalah pemeliharaan dan pembungaan durian. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, praktik lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Tiga fokus kegiatan meliputi: (1) prosedur pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman pada durian Bawor; (2) pemantauan fenologi pembungaan durian Musang King beserta kegiatan pemeliharaannya; serta (3) penerapan pruning, penyiangan gulma, pemupukan, dan pemantauan harian perkembangan bunga pada tanaman durian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemeliharaan di Kebun Durian Agus Widodo merupakan rangkaian terpadu berupa penataan tajuk, pengelolaan gulma dan area perakaran, pemupukan berbasis fase generatif, pemantauan kuncup hingga anthesis, serta perlindungan organ generatif dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Pada durian Musang King, perkembangan dari mata ketam hingga anthesis teramati selama lima–enam minggu. Pada durian Bawor, pemupukan didahului persiapan area perakaran, kemudian diikuti pemberian pupuk organik serta unsur makro dan mikro, sedangkan pengendalian OPT dilakukan secara berkala disertai sanitasi. Hasil kegiatan menegaskan bahwa dokumentasi prosedur dan fenologi bernilai sebagai dasar penyusunan standard operating procedure (SOP) lapang, tetapi tidak ditujukan untuk membuktikan hubungan sebab-akibat. Sintesis ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mengidentifikasi celah penelitian untuk kajian eksperimental yang lebih solutif.
Copyrights © 2026