Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat, pangsa, dan komposisi pembiayaan hijau di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berdasarkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan menganalisis tren longitudinal kinerja lingkungan untuk periode 2021–2024. Dengan menggunakan desain longitudinal retrospektif deskriptif dalam pendekatan studi kasus tunggal, penelitian ini menggunakan analisis dokumen Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan BSI. Hasil menunjukkan bahwa pembiayaan berkelanjutan (GF-Level) tumbuh secara konsisten dari Rp 46,16 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 66,50 triliun pada tahun 2024, meskipun proporsinya terhadap total pembiayaan (GF-Share) mengalami penurunan relatif menjadi 23,88%. Komposisi portofolio (GF-Mix) didominasi oleh UMKM (78,82%), bersamaan dengan pertumbuhan pesat dalam Pengelolaan Sumber Daya Hidup Berkelanjutan (10,32%). Indeks Lingkungan ESG Internal yang disusun menunjukkan peningkatan inisiatif program aktif, seperti pengurangan limbah plastik dan penanaman pohon, mencapai skor 100,00 pada tahun 2024. Sebaliknya, indikator jejak operasional disesuaikan karena perluasan batas pelaporan ke cakupan seluruh bank (1.130 gerai) melalui Pelacakan Karbon Digital sebagai dasar baru. Keterbatasan penelitian ini berasal dari desain deskriptifnya tanpa pengujian hipotesis kausal dan pergeseran batas pelaporan. Implikasi praktisnya menawarkan dasbor tren pembiayaan hijau dan peningkatan akuntabilitas untuk pelaporan pilar lingkungan yang selaras dengan POJK 51/2017 dan TKBI. Orisinalitasnya terletak pada pemetaan baru portofolio pembiayaan hijau Islami menggunakan taksonomi domestik dan rekonstruksi indeks lingkungan longitudinal yang dapat direplikasi.
Copyrights © 2026