Keputihan abnormal merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian pada remaja putri. Pendidikan kesehatan dengan metode pembelajaran kooperatif dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan perilaku pencegahan keputihan abnormal melalui keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan skor perilaku pencegahan keputihan abnormal sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan menggunakan metode Student Teams-Achievement Divisions (STAD) dan Jigsaw, serta membandingkan hasil kedua metode tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest pada dua kelompok. Penelitian dilaksanakan pada siswi kelas X SMK Kriya Sahid Sukoharjo pada Juli–Agustus 2020, dengan melibatkan 30 responden yang terdiri atas 15 siswi pada kelompok STAD dan 15 siswi pada kelompok Jigsaw. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku pencegahan keputihan abnormal yang terdiri atas 31 butir pernyataan. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test untuk menguji perubahan skor dalam setiap kelompok dan independent samples t-test untuk membandingkan skor posttest antarkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok STAD meningkat dari 52,27 menjadi 63,27, dengan selisih 11,00 poin (p = 0,005). Pada kelompok Jigsaw, rata-rata skor meningkat dari 47,67 menjadi 62,07, dengan selisih 14,40 poin (p = 0,001). Namun, hasil perbandingan skor posttest antara kelompok STAD dan Jigsaw tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,648). Secara deskriptif, kedua kelompok menunjukkan peningkatan skor setelah pendidikan kesehatan. Dengan demikian, metode STAD dan Jigsaw dapat dipertimbangkan sebagai alternatif dalam pendidikan kesehatan untuk mendukung peningkatan perilaku pencegahan keputihan abnormal pada remaja putri
Copyrights © 2026