Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek penting pada industri berisiko tinggi seperti minyak dan gas, karena perilaku tidak aman dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Psychological safety berperan dalam mendorong pekerja untuk menyampaikan pendapat, melaporkan kondisi keselamatan, menerima umpan balik, dan berpartisipasi dalam kegiatan Behavior-Based Safety (BBS). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran psychological safety dalam penerapan BBS untuk meningkatkan perilaku aman pekerja di PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi pada Juli 2026. Informan dipilih secara purposive sebanyak enam orang, terdiri dari satu informan kunci, satu informan utama, dan empat informan pendukung. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi data, pengodean, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological safety mendukung keberanian pekerja dalam menyampaikan pendapat terkait keselamatan, melaporkan kondisi atau tindakan tidak aman melalui P-Horse, menerima umpan balik, dan berpartisipasi dalam kegiatan BBS. Perilaku aman lebih dominan ditemukan, seperti penggunaan APD, saling mengingatkan, serta kepatuhan terhadap prosedur dan Job Safety Analysis (JSA). Namun, masih ditemukan perilaku tidak aman berupa penggunaan APD yang tidak lengkap, penggunaan alat yang tidak sesuai, kurang fokus, dan terburu-buru. Psychological safety belum optimal karena adanya faktor senioritas, rasa sungkan, rendahnya kepercayaan diri, kebiasaan kerja, dan faktor individu. Penguatan komunikasi terbuka, umpan balik konstruktif, partisipasi pekerja, dan lingkungan keselamatan yang tidak menyalahkan perlu dilakukan untuk mendukung penerapan BBS dan perilaku aman pekerja
Copyrights © 2026