Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan faktor krusial dalam mendukungtumbuh kembang siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mamajang 1 Kota Makassar. Meskipun demikian,penggunaan penguat rasa Monosodium Glutamat (MSG) secara berlebihan dan penyalahgunaan klorinsebagai pemutih bahan pangan masih marak terjadi. Hal ini berpotensi membahayakan kesehatan anak,mulai dari gangguan konsentrasi hingga efek karsinogenik jangka panjang. Guru memiliki peran strategisdalam pengawasan PJAS, namun keterbatasan pengetahuan praktis dan tingginya ketergantungan padametode laboratorium yang rumit menjadi kendala utama pengawasan mandiri di sekolah. Kegiatanpengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru sekolah dasar melalui peningkatanpengetahuan teoretis dan keterampilan teknis mendeteksi kandungan MSG berlebih serta klorin padamakanan secara mandiri dan sederhana. Kegiatan pemberdayaan ini dilaksanakan di SDN Mamajang 1,Kelurahan Mandala, Kota Makassar. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi mengenai bahaya danbatas aman penggunaan MSG serta klorin. Pelatihan praktis berfokus pada teknik deteksi cepat dan mandirimenggunakan test kit praktis serta reagen bahan alami yang mudah didapatkan. Melalui intervensi ini, gurudibekali kompetensi teknis untuk mengidentifikasi keberadaan bahan kimia berbahaya pada jajanansekolah tanpa bergantung pada peralatan laboratorium yang kompleks. Peningkatan kapasitas inimemungkinkan guru untuk melakukan pengawasan berkala terhadap pedagang di sekitar sekolah sertamemberikan edukasi keamanan pangan secara berkelanjutan kepada murid. Pemberdayaan guru melaluimetode deteksi sederhana efektif dalam membangun sistem pengawasan keamanan pangan yang mandiridi lingkungan sekolah. Diperlukan sinergi dan upaya berkelanjutan dari pihak sekolah dan pengelolalingkungan untuk memastikan terciptanya ekosistem PJAS yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Copyrights © 2026