Studi ini menguji hubungan Dana Perimbangan dan Belanja Modal dengan kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Timur. Unit analisis berjumlah 36 pemerintah daerah, terdiri atas 29 kabupaten, 6 kota, dan pemerintah provinsi, dengan periode 2022–2024 sehingga terbentuk 108 observasi panel yang seimbang. Kinerja keuangan diwakili oleh Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, sedangkan Dana Perimbangan dihitung dari realisasi Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus. Pengolahan data menggunakan EViews 14. Hasil Uji Chow dan Uji Hausman mengarahkan pemodelan pada Fixed Effect Model. Pada taraf 5 persen, Dana Perimbangan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kinerja keuangan (p = 0,6910), demikian pula Belanja Modal (p = 0,3560). Pengujian gabungan juga tidak signifikan (p = 0,6018). Nilai R-squared within sebesar 1,44 persen menunjukkan bahwa perubahan kedua variabel tersebut hanya menerangkan bagian kecil dari perubahan kemandirian fiskal dalam daerah yang sama, sementara perbedaan karakteristik antarwilayah menyumbang variasi yang lebih besar.
Copyrights © 2026