Self-harm merupakan salah satu masalah kesehatan mental remaja yang serius secara global, dengan remaja perempuan menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum bukti-bukti mengenai peran pola asuh dan dinamika keluarga terhadap perilaku self-harm pada remaja perempuan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 29 jurnal terbitan tahun 2009–2025 dianalisis, mencakup enam dimensi keluarga: pola asuh, fungsi keluarga, kelekatan orang tua-anak, kohesi dan adaptabilitas keluarga, konflik dan komunikasi orang tua-anak, serta riwayat kekerasan/kelalaian masa kanak-kanak. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dinamika keluarga yang positif, seperti pengasuhan hangat, kelekatan aman dengan orang tua, dan komunikasi terbuka, berfungsi sebagai faktor protektif yang menurunkan risiko self-harm. Sebaliknya, pola asuh yang lalai atau terlalu keras, fungsi keluarga yang buruk, konflik orang tua-anak, serta riwayat kekerasan masa kecil terbukti meningkatkan risiko self-harm, dengan kekerasan emosional menunjukkan hubungan paling kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis keluarga sebagai upaya preventif dalam menangani self-harm pada remaja perempuan.
Copyrights © 2026