Penelitian ini membahas budaya ta’dzim kepada kiai sebagai fenomena sosial dalam kehidupan santri di Pondok Pesantren Nurul Mubtadiin Kawunganten. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya ta’dzim terbentuk, diwariskan, dimaknai, serta berperan dalam kehidupan sosial santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kiai atau pengasuh, pengurus, santri senior, dan santri junior. Data dianalisis dengan mengelompokkan informasi sesuai dengan fokus penelitian, kemudian disajikan dalam bentuk uraian dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ta’dzim menjadi pola interaksi sosial antara kiai dan santri yang terlihat melalui sikap hormat, kesopanan, kepatuhan terhadap nasihat, serta cara santri menempatkan diri ketika berinteraksi dengan kiai. Budaya tersebut terbentuk melalui keteladanan, pembiasaan, aturan pesantren, dan proses pewarisan dari santri senior kepada santri junior. Bagi santri, ta’dzim memiliki makna sebagai bentuk penghormatan kepada guru, bagian dari adab dalam mencari ilmu, serta upaya memperoleh keberkahan ilmu. Selain itu, budaya ta’dzim turut membentuk keteraturan sosial dan menjadi bagian dari identitas santri dalam kehidupan pesantren.
Copyrights © 2026